· ,

WORKSHOP INSTALASI BAMBU; Kletekan, Ceretuk, dan Kubu

WORKSHOP INSTALASI BAMBU; Kletekan, Ceretuk, dan Kubu

Sujana Suklu Subak Spirit. Photography Sawidji Studio

Dikenal sebagai pemikir progresif seni rupa kontemporer di Bali dengan visi kepeloporan yang mencerminkan filosofi universal. Kontribusi Sujana Suklu sangat luas, mencakup bidang multidisiplin dalam platform seni rupa, akademik, dan komunitas. Penelitian akademik Suklu mengeksplorasi cara-cara untuk membawa metodologi seni ke dalam komunitas yang mengolah dan melestarikan kearifan lokal sambil memperluas keahlian yang ada.

Oleh: I Wayan Sujana Suklu

WWF (World Water Forum) tahun 2024, Indonesia bertutur Agustus 2024, dan Subak Spirit 9-10 November 2024, upaya menelisik degradasi siklus air di dunia khususnya di Bali.

WORKSHOP INSTALASI BAMBU; Kletekan, Ceretuk, dan Kubu with Wayan Sujana Suklu

Subak Desa Jatiluwih sebagai sistem irigasi tradisional Bali, berfungsi mengatur aliran air dan merefleksikan nilai-nilai sosial dan budaya masyarakatnya. Penggunaan alat-alat pertanian tradisional menjadi aspek yang penting dari budaya subak. Seiring perkembangan zaman, penggunaan alat-alat modern yang tidak natural semakin marak. Gerakan revitalisasi alat-alat tradisional melalui workshop sangat relevan untuk kelestarian budaya, dan meningkatkan keberlanjutan sistem subak dengan eco-desain.

Edukasi (workshop) dapat diandalkan sebagai kunci untuk melestarikan budaya. Generasi milenial-z sekarang perlu diperkenalkan dengan alat-alat tradisional, agar mereka memahami sejarah piranti subak melalui artefak agraris sebagai warisan budaya bangsa. Alat-alat tradisional seringkali dikaitkan dengan nilai-nilai lokal seperti gotong royong, kearifan lokal, dan penghargaan terhadap alam. Dengan menggunakan dan mempromosikan alat-alat ini, kita dapat memperkuat nilai-nilai tersebut dalam masyarakat modern. Revitalisasi alat-alat seperti kubu, kletekan, dan cerutuk dapat dijadikan sebagai media kesadaran dan pembelajaran yang menarik dan efektif. Dengan demikian, generasi muda dapat menghargai dan mengembangkan sebagai upaya melestarikan budaya bangsa.

Jatiluwih sebagai daerah tujuan wisata dan sekaligus sebagai warisan budaya UNESCO dapat dikembangkan ekonomi kreatif Indonesia khususnya Bali sangatlah besar. Salah satu cara untuk mengembangkan sektor ini adalah dengan menggali kekayaan budaya langka yang kita miliki. Alat-alat tradisional seperti kletekan, kubu, dan cerutuk dan lain-lain dihadirkan di persawahan sesuai dengan fungsinya, dapat menjadi daya tarik wisata yang unik dan menarik. upaya merevitalisasi alat-alat ini dapat membuka peluang usaha baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Discover more from Subak Spirit

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

More from the blog

Discover more from Subak Spirit

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading