About

Subak Spirit

Sebuah perayaan kebudayaan yang diinisiasi oleh Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, di bawah Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Festival ini bertujuan untuk merayakan, melestarikan, dan mempromosikan Subak, sistem pengelolaan irigasi di Bali yang tidak hanya mengatur air untuk pertanian, tetapi juga merupakan warisan pengetahuan yang adaptif, dan terbuka.

Subak Spirit Festival adalah serangkaian kegiatan yang menggabungkan elemen edukasi dan rekreasi. Festival ini mencakup pameran seni, diskusi panel, lokakarya, pertunjukan musik dan tari, serta tur edukatif di sekitar Subak. Semua kegiatan dirancang untuk memberikan wawasan mendalam tentang Subak sebagai sistem sosial, spiritual, dan ekologis.

Acara ini akan dilaksanakan atas dukungan dan kerja sama dengan berbagai komunitas lokal, seniman, budayawan, intelektual, serta dukungan pemerintah dan pihak swasta. Kolaborasi ini memungkinkan menjadikan festival sebagai ruang pertukaran gagasan, pengalaman peristiwa lintas budaya, dan wadah berbagai pemikiran dalam tataran kebudayaan.

Selain menjadi ruang peristiwa kebudayaan, Subak Spirit Festival juga berupaya untuk mendorong perekonomian lokal. Dengan melibatkan masyarakat dalam berbagai kegiatan dan mendukung produk lokal, festival ini berfungsi sebagai katalisator pengembangan potensi komunitas secara berkelanjutan, selain mengedepankan praktik-praktik ramah lingkungan: upaya ini termasuk penggunaan bahan-bahan yang dapat didaur ulang dan dukungan terhadap produk-produk ramah lingkungan dari komunitas setempat.

Subak Spirit Festival Poster 2024

Subak Spirit Festival 2024

Subak Spirit Festival pertama diadakan pada tanggal 9-10 November 2024 di Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan, Bali, sebuah lokasi yang terkenal dengan bentang garis berundak pematang sawah. Masyarakat dari semua kalangan datang untuk bergabung, mengalami, dan mempelajari buah kesabaran para leluhur yang disebut Subak.

Subak Spirit 2025 Napak Toya

Subak Spirit Talk 2025

Kitapoleng dengan kurasi Dibal Ranuh mempersembahkan Napak Toya, Kesucian Air, Kesadaran Manusia, sebuah pertemuan yang didedikasikan untuk menghormati kearifan air Bali dan semangat hidup Subak. Mengumpulkan para pemimpin budaya, pemikir, seniman, petani, dan penjaga tradisi, acara ini menciptakan ruang untuk merenungkan hubungan kita dengan air, sebagai sumber kehidupan, keseimbangan, dan komunitas.

Pada saat yang sama, acara ini menanggapi realitas mendesak masa kini: banjir, kekeringan, erosi, dan kelangkaan air yang semakin memengaruhi Bali dan dunia, dipicu oleh salah kelola sistem air, pembangunan yang tidak terkendali, dan melemahnya tata kelola ekologis tradisional.

Tantangan lingkungan ini mengingatkan kita untuk kembali pada kearifan yang tertanam dalam Subak. Melalui dialog, penceritaan, dan ekspresi kreatif, Napak Toya mengundang peserta untuk terhubung kembali dengan aliran sakral yang menopang lanskap dan harmoni kolektif Bali, sekaligus membayangkan jalur untuk memulihkan keseimbangan dan menjaga air bagi generasi mendatang.